Cegah Stroke dan Hipertensi, Waspadai Makanan Tinggi Kalori saat merayakan Hari Raya
Rendang merupakan salah satu hidangan khas Hari Raya. (Instagram/__behindtheplate__)
Health
Nasional

Cegah Stroke dan Hipertensi, Waspadai Makanan Tinggi Kalori saat merayakan Hari Raya

Kamis, 13 Mei 2021 07:39 WIB 13 Mei 2021, 07:39 WIB

INDOZONE.ID - Hidangan khas Hari Raya identik dengan makanan-makanan tinggi akan kalori. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mewaspadai makanan tinggi kalori agar dapat mencegah terjadinya hipertensi dan stroke saat merayakan Hari Raya.

Melansir Antara, Dokter spesialis saraf RSUI, Dinda Diafiri menyarankan tidak mengonsumsi makanan tinggi kalori serta gula yang berlebihan seperti opor, rendang, minuman sirup saat Hari Raya.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan demi mencegah terjadinya hipertensi dan stroke yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Di sisi lain, kata Dinda, berkurangnya aktivitas fisik selama berapa hari saat merayakan Hari Raya, juga dapat memicu terjadinya kedua penyakit tersebut.

Untuk itu, Dinda menyarankan agar lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman, melakukan aktivitas fisik, serta minum obat secara teratur agar terhindar dari penyakit hipertensi dan stroke.

Stroke di Indonesia masih menjadi pembunuh dan penyebab kecacatan nomor satu untuk penyakit tidak menular sejak tahun 2014 hingga saat ini.

Untuk mengenali tanda stroke, sesuai slogan Kementerian Kesehatan, yakni SeGeRa Ke RS yang merupakan akronim dari Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba; Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.

Kemudian, Bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung; Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh; Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba; Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).

"Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, karena setiap detiknya sangatlah berharga. Stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam, jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan. Jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya," kata Dinda.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US