Anak yang Lahir Caesar Lebih Rentan Terkena Alergi
Ilustrasi bayi. (Pixabay)
Health
Nasional

Anak yang Lahir Caesar Lebih Rentan Terkena Alergi

Minggu, 05 Juli 2020 08:31 WIB 05 Juli 2020, 08:31 WIB

INDOZONE.ID - Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. Budi Setiabudiawan mengatakan bahwa anak-anak yang lahir secara caesar sectio akan lebih rentan terhadap penyakit alergi dibanding anak-anak yang lahir secara normal.

"Karena kalau dia lahir secara caesar, perkembangan mikrobiota normal di usus akan terlambat, tidak akan optimal sehingga terjadi perubahan pada sistem imun anak dan berisiko timbul di kemudian hari," kata Budi dalam virtual gathering yang dikutip dari Antara.

Hal ini berbeda dengan anak yang lahir normal atau melalui proses vaginal langsung. Anak akan memiliki saluran cerna yang lebih optimal untuk menurunkan risiko alergi.

"Jadi kalau lahir secara normal lewat vaginal akan terjadi mikrobiotik dalam saluran cerna anak akan lebih optimal sehingga risiko alergi akan lebih rendah," jelas Budi.

Selain itu, kata Budi, risiko anak terhadap alergi juga bisa karena hal lain, salah satunya riwayat alergi satu atau kedua orang tua. Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi maka anak 40-60 persen berisiko terkena alergi.

Lebih lanjut lagi, Budi menjelaskan, bahwa risiko akan meningkat menjadi 60-80 persen jika orang tua memiliki manifestasi yang sama. Bila hanya salah satu orang tua yang memiliki riwayat alergi, maka risiko anak terkena alergi sekitar 20-40 persen.

Sementara itu, risiko anak terkena alergi masih tetap ada yakni 5-15 persen, sekalipun orang tua tak memiliki riwayat alergi.

"Apabila dikenali dini, ditangani dini akan optimal tata laksana, sehingga tidak berlanjut ke penyakit seperti eksim, asma, rhinitis alergi. Kalau terlambat diagnosa, akan muncul dampak-dampak disebabkan penyakit alergi, dari sisi kesehatan misalnya meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung," papar Budi.

Adapun faktor risiko lainnya, yakni paparan asap rokok, polutan lingkungan, kurangnya paparan sinar matahari, pengenalan makanan padat yang tertunda, defisiensi vitamin D hingga diet rendah n-3 PUFA, antioksidan dan serat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU