Tertarik Buka Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi? Berikut Sebuah Tips dari Chef Arnold
Chef Arnold. (Antara)
Food
Nasional

Tertarik Buka Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi? Berikut Sebuah Tips dari Chef Arnold

Minggu, 05 Juli 2020 11:34 WIB 05 Juli 2020, 11:34 WIB

INDOZONE.ID - Memulai bisnis kuliner di tengah pandemi corona saat ini merupakan sesuatu yang menantang. Untuk itu, penting bagi kamu menyimak sebuah tips dari Chef Arnold berikut ini.

"Sekarang memang sulit, tapi untuk memulai bisnis F&B sangat banyak caranya. Bisa dimulai dari buat PO (preorder) dari rumah, sampai mengikuti pembinaan agar bisa jalani bisnis lebih baik," kata Chef Arnold mengutip Antara, Minggu (5/7).

Menurut Chef Arnold, selain mampu membuat produk yang bagus dan menarik konsumen, pelaku bisnis kuliner juga harus peka dan beradaptasi dengan penggunaan teknologi dan internet untuk memasarkan produknya lebih luas lagi.

Lebih lanjut, pelaku usaha bisa memanfaatkan platform-platform digital yang ada. Seperti misalnya mendaftarkan toko ke layanan delivery makanan, marketplace, hingga media sosial seperti Instagram bisa menjadi opsi untuk memasarkan produk dengan mudah, murah, namun juga efektif.

"Fitur-fitur yang ada di media sosial seperti stiker 'pesanan makanan' di Instagram, dan lainnya, bisa dimanfaatkan. Selain itu, memasarkan ke teman-teman dan keluarga terdekat juga bisa jadi permulaan," kata CEO Digitarasa itu.

Selain itu, terdapat peluang lain yang bisa dimanfaatkan di berbagai layanan digital, misalnya bijak dalam melihat kesempatan seperti promosi yang ditawarkan di marketplace maupun layanan delivery.

"Ada promo-promo, kita bisa manfaatkan. Posisikan bisnis kita di marketplace itu. Misalnya, di GoFood ada opsi ready to cook, itu bisa jadi platform untuk berikan pilihan baru bagi customer," kata salah satu juri MasterChef Indonesia itu.

Chef Arnold juga mengatakan bahwa pelaku bisnis kuliner tak perlu khawatir dengan perubahan tren yang terjadi. Sebab menurut dia, digitalisasi merupakan salah satu solusi dan keharusan yang harus diadaptasi bagi pebisnis agar mampu mempertahankan usahanya di tengah pandemi.

"Sebelum ada COVID pun, kita sudah beralih ke digital, karena arahnya sudah seperti itu sejak ada internet, network semakin dekat, lalu reach out ke bigger audience. Pas ada COVID, kalau mau survive, kita harus serve customer di rumah dengan memanfaatkan itu," kata dia.

"Jangan panik sebagai pemilik bisnis, karena solusinya ada di depan mata. Dulu, mungkin digitalisasi adalah optional, tapi sekarang menjadi keharusan," ujarnya melanjutkan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU