Mengenal Itak Poul-poul Kudapan Khas Mandailing yang Sarat Makna dan Cara Membuatnya
Itak Poul-poul adalah kudapan khas Mandailing (photo/Cookpad)
Food
Kab. Mandailing Natal

Mengenal Itak Poul-poul Kudapan Khas Mandailing yang Sarat Makna dan Cara Membuatnya

Minggu, 17 Oktober 2021 13:16 WIB 17 Oktober 2021, 13:16 WIB

INDOZONE.ID - Itak Poul-poul adalah kudapan khas Mandailing yang masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB Indonesia). Dalam tradisi masyarakat Mandailing, penganan ini akan selalu dihadirkan pada saat momen-momen yang dianggap penting oleh masyarakat.

Misalnya pada saat menjamu tamu yang datang bersilaturahmi, menjalankan ritus memasuki rumah baru, merayakan kelahiran anak dan ritual adat pesta perkawinan. Dalam pesta perkawinan sendiri penganan ini akan menjadi salah satu oleh-oleh atau hantaran yang wajib dibawa keluarga mempelai laki-laki pada saat mangalap boru (menjemput pengantin wanita).

Diluar momen-momen penting tersebut Itak Poul-poul dulunya biasa dijajakan di pasar-pasar dan beberapa kedai kopi tradisional. Akan tetapi seiring perputaran waktu dan perubahan pada masyarakat Mandailing, kudapan khas ini mulai hilang dan semakin susah untuk ditemukan di pasaran. Hal ini disebabkan karena berubahnya pola kehidupan masyarakat Mandailing.

Sekarang orang tidak nyaman ataupun tidak suka lagi terhadap sesuatu yang sulit dan berbelit-belit. Kemungkinan juga disebabkan oleh tren makanan instan yang diproduksi secara massal oleh perusahaan besar, semisal mie instan ataupun roti dan biskuit yang menggantikan Itak Poul-poul sebagai pendamping pada saat minum kopi.

Padahal penganan ini syarat akan makna filosofis mulai dari penamaan, bahan-bahan hingga cara membuatnya. Sehingga sangat perlu untuk dilestarikan ke anak cucu kelak. 

Melansir dari laman Kemdikbud, dalam terminologi bahasa Mandailing, Itak merupakan sebutan untuk penganan atau kue tradisional berbahan dasar tepung, sementara Poul adalah kepal. Jadi bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka Itak Poul-poul berarti penganan atau kue yang dikepal.

Dinamai demikian karena cara pembuatannya menggunakan tangan. Kue ini dibentuk dengan cara dikepal, tidak menggunakan cetakan sebagaimana kue lainnya. Bahan dasar pembuatan kue ini juga sangatlah sederhana, hanya terdiri dari tepung beras, gula aren, kelapa parut, dan garam. Akan tetapi ada makna mendalam yang terkandung pada empat bahan dasar tersebut.

Sebagaimana tepung beras yang berwarna putih harus mencerminkan hati yang bersih dari orang yang membuat maupun yang menghantarkan penganan ini pada saat momen-momen penting. Gula aren dengan rasanya yang manis, mengandung makna setiap orang wajib untuk menjalin hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang harmonis.

Adapun  parutan kelapa yang melambangkan simbol kemanfaatan pada masyarakat Mandailing. Seperti pohon kelapa yang bukan haya buahnya tetapi dari ujung akar sampai ke ujung dapat memberikan manfaat. Begitupun semestinya dengan seorang manusia yang hidup di tengah-tengah komunitasnya.

Kemudian rasa asin yang terkandung di dalam garam. Dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat kita pasti akan berhadapan dengan hal-hal ataupun kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Namun semua itu harus dihadapi dan dirasakan bersama.

Sebagaimana asinnya garam yang justru menyempurnakan rasa pada setiap masakan, begitupun dengan sesuatu hal atau kejadian yang tidak kita inginkan tersebut, justru itulah yang membuat kehidupan kita lebih bermakna.

Selain bahan dasarnya, cara pembuatan Itak Poul-poul dengan menggunakan kepalan tangan pun memiliki makna filosofis. Kepalan tangan merupakan simbol persatuan dan kekuatan. Bagi masyarakat Mandailing persatuan itu amatlah penting, sebagaimana juga yang tercermin pada sistem kekerabatan Dalian Na Tolu. Pada saat bersatu akan terwujud sebuah kekuatan.

Oleh karena itu eksistensi Itak Poul poul ini harus tetap terjaga dan dilestarikan, bukan karena faktor nilai ekonomisnya, tetapi dari segi maknanya yang dapat memperkenalkan budaya Mandailing.

Nah jika kamu ingin mencoba membuat Itak Poul-poul sendiri cara nya cukup mudah. Berikut Indozone telah merangkum resepnya. 

Bahan-bahan 
100 gram Tepung Beras
200 gram Kelapa Parut
100 gram Gula Merah (sisir halus)
Garam secukupnya 
Daun pandan secukupnya 

Langkah-langkah
Campurkan semua bahan dalam wadah. Aduk dan ratakan hingga kalis. Lalu ambil adonan sesuai selera dan kepal-kepal hingga cukup padat. Siapkan dandang kukusan dan masukkan daun pandan. Kukus adonan hingga matang kurang lebih sekitar 15 menit. Setelahnya nikmati kue Itak Poul-poul selagi hangat. Selamat mencoba ya!
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU