Kamu Harus Tahu, 2 Spesies Baru Katak Tanduk Ditemukan di Pulau Sumatera
Dua spesies baru katak tanduk dari Sumatera (dok Eric N Smith dari Universitas Texas at Arlington)
Fakta Dan Mitos
Nasional

Kamu Harus Tahu, 2 Spesies Baru Katak Tanduk Ditemukan di Pulau Sumatera

Minggu, 14 November 2021 10:40 WIB 14 November 2021, 10:40 WIB

INDOZONE.ID - Dua spesies baru katak tanduk dari Sumatera berhasil diidentifikasi peneliti dari Herpetologi Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi (BRIN).

Kedua katak jenis baru dari Sumatera tersebut yakni Katak Tanduk Sumatera Selatan (Megophrys Selatanensis) dan Katak Tanduk Aceh (Megophrys Acehensis).

Misbahul Munir yang merupakan penulis pertama dalam penemuan ini menjelaskan, Katak Tanduk yang sering dikenal dengan nama ilmiah marga Megophrys memiliki karakter unik. Ujung moncong dan kelopak mata spesies ini termodifikasi menjadi tonjolan lancip (menyerupai tanduk).

"Berudu dari marga Megophrys juga memiliki karakter unik di mana mulutnya termodifikasi menjadi bentuk corong yang melebar. Saat ini, 13 spesies Megophrys diketahui terdapat di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Filipina. Kalimantan memegang rekor tertinggi karena enam spesies di antaranya ditemukan di pulau itu," ungkap Misbahul dalam siaran tertulisnya, Minggu (14/11/2021).

Sementara itu, peneliti Herpetologi Pusat Riset Biologi BRIN Amir Hamidy mengungkapkan, katak dari genus Megophrys memiliki keragaman morfologi yang samar. Saat melakukan survei herpetofauna di seluruh jajaran Pegunungan Bukit Barisan Sumatera, para peneliti menemukan populasi Megophrys Sumatera bagian selatan dengan kulit punggung halus yang secara morfologis mirip dengan M Montana dari Jawa dan populasi yang menyerupai kulit punggung M Parallela dari Sumatera bagian utara.

"Kami menyelidiki status taksonomi dari dua populasi baru ini dan memperkirakan hubungan filogenetiknya," katanya. 

Katak Tanduk Sumatera Selatan (Megophrys Selatanensis). (dok Eric N Smith dari Universitas Texas at Arlington
Katak Tanduk Sumatera Selatan (Megophrys Selatanensis). (dok Eric N Smith dari Universitas Texas at Arlington)

Untuk etimologinya, nama ‘selatanensis’ menunjukkan katak ini berasal dari bahasa ‘Indonesia Selatan.’ Kata ‘Selatan’ menunjukkan lokasi distribusinya berada di wilayah selatan di Sumatera. Sementara akhiran Latin ‘–ensis’ berarti dari tempat itu. Sedangkan nama Indonesia yang disarankan yaitu Katak Tanduk Sumatera Selatan.

Katak Tanduk Aceh (Megophrys Acehensis). (dok Eric N Smith dari Universitas Texas at Arlington)
Katak Tanduk Aceh (Megophrys Acehensis). (dok Eric N Smith dari Universitas Texas at Arlington)

Begitu pula asal kata ‘Acehensis’, yang berarti berasal dari provinsi Aceh di Sumatera bagian utara dan akhiran latin ‘-ensis’ yang berarti dari tempat itu dengan saran nama Indonesia yaitu Katak Tanduk Aceh.

Adapun berdasarkan hasil penelitian ini, setiap spesies Megophrys di Sumatera kemungkinan memiliki distribusi terbatas. Dari lima jenis yang terdapat di Sumatera, empat diantaranya merupakan jenis endemik.

Selain endemik, marga Megophrys ditemukan di hutan dataran tinggi dan rendah. Perubahan habitat dari hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan sawit merupakan ancaman terbesar terhadap kelestarian jenis ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US